Skip to main content

Ra Patek'en

When you are in situation, in which you already show up that you work hard for a set of goal outlined by your organization or company, you indeed sacrifice your main work, yet people surrounding you in the workplace not praise but rail against everything you do, what will you say? Indubitably, "ra patek'en" is the word coming out of your mouth.

Suharto, the second president of Indonesia, said the word "Ra patek'en ra dadi presiden" when he was blatantly casted aspersions on not managing the country well against the financial and economic crisis in 1997. Yet, he had worked hard to sail the country amidst social and political turmoil arising from worsening economic crisis. Still, people blamed him for everything he did for the country.

Aku juga sih ... I am given mandate to monitor and supervise the presidential election. But, those who give me the mandate never direct and support me how to handle the job while the institution I rely all my work on is yet suspicious with my job. So, excuse me to say "ra patek'en ra dadi waslu."

Popular posts from this blog

Kalah nyolot

 Setelah penetapan KPU pada 20 Maret dengan perolehan suara Prabowo-Gibran 96,214,691 (58.59%) sebagai pemenang dan paslon kalah berturut-turut adalah Anies-Muhaimin dengan perolehan suara 40,971,906 (24.95%) dan Ganjar-Mahfud 27,040,878 (16.47%), tidak membuat kubu yang kalah lerem . Padahal, mereka inilah yang menolak quick count dan menunggu real count KPU untuk mengetahui siapa sejatinya yang menang dan kalah. Ketika kalah, bukannya mereka menerima kekalahan, tetapi justru nyolot atau ngelunjak bahwa, menurutnya, mereka memang diskenariokan kalah dengan cara mengurangi perolehan suara yang mestinya mereka dapatkan.  Kita jadi disodori budaya nyolot, yang sejatinya bukan budaya kita, terutama Jawa. Orang Jawa terbiasa turun temurun dengan budaya sareh ketika ada masalah. Pertama, orang Jawa akan tenang menyikapi masalah sembari memikirkan ( menggalih ) solusi terbaik terhadap masalah tersebut. Kedua, o ra gedandapan artinya tidak kesana kemari apalagi hiruk pik...

Gebyar politik ambyar prolifik

 Selama 1 minggu saya beserta rombongan MPI dan PIAUD UIN Sunan Kalijaga berkesempatan berkunjung di Singapore and Malaysia. Perjalanan dimulai tgl 7 Agustus dari YIA (Yogyakarta International Airport) dengan a budget flight murah meriah tepat tiba di Singapore.  Day 1: 7 Agustus Tiba di terminal 2 Changi, penampakan infra struktur bandara masih biasa, bisa dibilang masih standar seperti di bandara Cengkareng yang juga sudah punya skytrain, kereta angkut listrik mengantarkan penumpang antar terminal tanpa sopir. Oleh tour guide lalu diajak ke Jewel mall di terminal 1 yang ada air terjun indoor, yang diklaim sebagai air terjun indoor terbesar. Masih juga saya belum takjub karena pemandangan ini masih sama dengan yang saya lihat sebelumnya karena sudah beberapa kali muter-muter antar terminal di Changi sembari menunggu flight berikutnya. Selalu setiap perjalanan ke luar negeri saya sengaja mengambil rute stop over di Singapore. Ke North America, Russia, Middle East, Europe, dan ...