Skip to main content

1 Syawal

Bagi Muhammadiyah, Jum'at Pahing 21 April 2023 itu sudah tanggal 1 Syawal karena ketika matahari terbenam pada Kamis Legi 20 April 2023, HILAL sudah muncul di atas ufuk (1 derajat). Berapapun derajatnya HILAL tersebut asal sudah muncul di atas ufuk berarti sudah wujud (WUJUDUL HILAL). 

Bagi Nahdlotul Ulama', kemunculan HILAL pada Kamis Legi 20 April 2023 ketika matahari terbenam belum belum mencapai POSISI yang memungkinkan untuk dilihat mata manusia di bumi (IMKANUL RUKYAH) karena kemiringan HILAL belum mencapai 3 derajat. Maka bulan Romadhon harus digenapkan menjadi 30 hari. Berarti 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu Pon 22 April 2023.


Kamu pilih Idul Fithri yang mana? Pilihlah 21 atau 22 April 2023 bukan karena fanatik ke Muhammadiyah atau Nahdlotul Ulama'. Tetapi karena kamu tau alasannya (reasoning) mengapa harus Idul Fithri pada 21 atau 22 April 2023. Ceto tur penak to!

Popular posts from this blog

Politik Kebangsaan

 Akademisi itu sering didengar ucapan dan diikuti tindakannya. Karena akademisi itu bisa dan terbiasa berpikir jernih, obyektif, berdasar fakta di lapangan dengan penalaran logis, disampaikan secara sistematis dan berdiri independen tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik. Ketika berpolitik, akademisi itu jenis politiknya politik kebangsaan. Yaitu politik yang tidak terkotak oleh kepentingan partai atau golongan, tetapi kepentingan bangsa. Karenanya, akademisi itu akan santun setiap kali menghadapi masalah dengan mengorbankan kepentingan pribadi atau golongan ataupun partai, demi kepentingan umum apalagi kepentingan bangsa. Ketika paslon yang dipilihnya kalah, akademisi akan menyampaikan sikap untuk menerima kekalahan tanpa harus mencari-cari kesalahan pihak yang menang. Kira-kira mereka akan bersikap "Yaaah ... kita sudah berusaha untuk memilih dan memenangkan paslon kita. Nyatanya kalah quick count. Ya belum rezeqi. Kita terima saja kekalahan ini. Kita ucapkan selamat kepada ...

Matinya intelektualisme

 Hampir setiap gelaran pilpres usai, kita selalu disuguhi sekumpulan orang yang nampak pakar, selalu dihadirkan menjadi nara sumber dari TV ke TV yang komentarnya penuh dengan curiga bahwa pemilu ini penuh dengan kecurangan. Bahwa pemilu 2024 ini yang paling jelek dalam hal kecurangan. Kecurangan itu dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini penyelenggara pemilu yaitu KPU, bahkan pengawas pemilu berupa Bawaslu, aparatur negara yang dikerahkan untuk memastikan paslon yang diinginkan menang, dan bahkan presiden sendiri dianggap selalu melakukan kecurangan dibalik blusukan dengan membagikan bansos. Para pseudo-intelektual tersebut juga banyak muncul di grup wassap dengan mensirkulasikan semacam pencerahan dan tidak jarang menforward potongan video (tidak utuh) terkait pemilu curang. Bahkan tidak jarang mereka mengomentari quick count yang dianggap sebagai sok metodologis. Dianggap sebagai penggiringan opini publik. Dianggap sebagai menyesatkan karena tidak sesuai dengan fakt...