Skip to main content

1 Syawal

Bagi Muhammadiyah, Jum'at Pahing 21 April 2023 itu sudah tanggal 1 Syawal karena ketika matahari terbenam pada Kamis Legi 20 April 2023, HILAL sudah muncul di atas ufuk (1 derajat). Berapapun derajatnya HILAL tersebut asal sudah muncul di atas ufuk berarti sudah wujud (WUJUDUL HILAL). 

Bagi Nahdlotul Ulama', kemunculan HILAL pada Kamis Legi 20 April 2023 ketika matahari terbenam belum belum mencapai POSISI yang memungkinkan untuk dilihat mata manusia di bumi (IMKANUL RUKYAH) karena kemiringan HILAL belum mencapai 3 derajat. Maka bulan Romadhon harus digenapkan menjadi 30 hari. Berarti 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu Pon 22 April 2023.


Kamu pilih Idul Fithri yang mana? Pilihlah 21 atau 22 April 2023 bukan karena fanatik ke Muhammadiyah atau Nahdlotul Ulama'. Tetapi karena kamu tau alasannya (reasoning) mengapa harus Idul Fithri pada 21 atau 22 April 2023. Ceto tur penak to!

Popular posts from this blog

Jilbab during presidential campaign

Jilbab (جلباب) is a term frequently used to refer to long and loose garment worn by some muslimah (muslim women) to cover entire body except for hand, feet, face and head. The practice of wearing the jilbab is based on Qur'an 33: 59: يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا In Indonesia, however, jilbab is much more designated to headscarf. The verse does not state explicitly how the jilbab does look like. Therefore, various interpretations on the model associated with jilbab are expected. Well, here I will not plunge into sorts of exegesis controversy. I just want to express my opinion on the issue of jilbab and politics which has currently become a hot topic approaching the presidential election due on 8 July 2009. We know already three candidates will compete in the incoming presidential election. They are SBY-Boedi...

Politik Kebangsaan

 Akademisi itu sering didengar ucapan dan diikuti tindakannya. Karena akademisi itu bisa dan terbiasa berpikir jernih, obyektif, berdasar fakta di lapangan dengan penalaran logis, disampaikan secara sistematis dan berdiri independen tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik. Ketika berpolitik, akademisi itu jenis politiknya politik kebangsaan. Yaitu politik yang tidak terkotak oleh kepentingan partai atau golongan, tetapi kepentingan bangsa. Karenanya, akademisi itu akan santun setiap kali menghadapi masalah dengan mengorbankan kepentingan pribadi atau golongan ataupun partai, demi kepentingan umum apalagi kepentingan bangsa. Ketika paslon yang dipilihnya kalah, akademisi akan menyampaikan sikap untuk menerima kekalahan tanpa harus mencari-cari kesalahan pihak yang menang. Kira-kira mereka akan bersikap "Yaaah ... kita sudah berusaha untuk memilih dan memenangkan paslon kita. Nyatanya kalah quick count. Ya belum rezeqi. Kita terima saja kekalahan ini. Kita ucapkan selamat kepada ...