Skip to main content

Posts

Politik Nir Nalar

 Nalar itu perangkat yang hanya dimiliki manusia yang digunakan untuk mencari kebenaran dan tidak jarang digunakan sebagai alat pembenaran terhadap sikap, pikiran, dan pendapat. Yang membedakan manusia dengan makhluk lain seperti hewan dan bahkan malaikat adalah manusia memiliki nalar sedangkan hewan dan malaikat tidak memilikinya. Nalar itu memiliki sifat-sifat ketuhanan yang memiliki potensi membedakan mana baik dan buruk. Karena masih berupa potensi, maka nalar meski diasah dan diasuh supaya mampu membuat manusia membedakan mana baik dan buruk. Nalar seperti digambarkan ini memiliki sifat obyektif yang berlaku pada semua manusia. Dalam perkembangannya, nalar terikat pada kepentingan individu yang menjadikannya subyektif. Baik dan buruk tidak lagi berlaku universal tetapi tergantung pada individu dan kepentingannya. Nalar politik contohnya tumbuh dan berkembang atas dasar kepentingan. Ketika kepentingan itu menguntungkan maka nalar kebaikan dibangun dan disebarluaskan. Tetapi ket...

Gebyar politik ambyar prolifik

 Selama 1 minggu saya beserta rombongan MPI dan PIAUD UIN Sunan Kalijaga berkesempatan berkunjung di Singapore and Malaysia. Perjalanan dimulai tgl 7 Agustus dari YIA (Yogyakarta International Airport) dengan a budget flight murah meriah tepat tiba di Singapore.  Day 1: 7 Agustus Tiba di terminal 2 Changi, penampakan infra struktur bandara masih biasa, bisa dibilang masih standar seperti di bandara Cengkareng yang juga sudah punya skytrain, kereta angkut listrik mengantarkan penumpang antar terminal tanpa sopir. Oleh tour guide lalu diajak ke Jewel mall di terminal 1 yang ada air terjun indoor, yang diklaim sebagai air terjun indoor terbesar. Masih juga saya belum takjub karena pemandangan ini masih sama dengan yang saya lihat sebelumnya karena sudah beberapa kali muter-muter antar terminal di Changi sembari menunggu flight berikutnya. Selalu setiap perjalanan ke luar negeri saya sengaja mengambil rute stop over di Singapore. Ke North America, Russia, Middle East, Europe, dan ...

Pudarnya Dominasi Mayoritas

Suku Jawa mendominasi Indonesia tidak hanya dari jumlah penduduk, mobilitas atau sebaran penduduknya ke seluruh penjuru negeri, pendidikan tinggi, tetapi juga akses ke kekuasaan yang berimbas pada akses ke ekonomi dan kesehatan. Suku Jawa memang lebih maju dari suku lainnya. Maka dominasinya bisa dimaklumi walaupun di sana-sini dipertentangkan. Tidak ada dominasi yang selamanya, begitu menurut alam. Yang sekarang berkuasa, bisa jadi beberapa tahun berikutnya akan runtuh menjadi warga biasa. Yang mayoritas bisa menjadi minoritas, simpelnya seperti itu. Tidak terkecuali suku Jawa.  Contoh, banyak beasiswa ditawarkan yang paling lazim sekarang adalah LPDP. Saya yang suku Jawa dan anda pula, adakah yang mengalami bahwa anak-anak kita minder untuk mendaftar. Mereka minder karena pasti akan kalah bersaing dan ujung-ujungnya gak lolos. Minder itu perasaan merasa inferior, merasa low, merasa tidak fit, merasa pasti kalah dibandingkan dengan orang lain yang dirasa lebih superior, lebih high...