Skip to main content

Posts

Matinya intelektualisme

 Hampir setiap gelaran pilpres usai, kita selalu disuguhi sekumpulan orang yang nampak pakar, selalu dihadirkan menjadi nara sumber dari TV ke TV yang komentarnya penuh dengan curiga bahwa pemilu ini penuh dengan kecurangan. Bahwa pemilu 2024 ini yang paling jelek dalam hal kecurangan. Kecurangan itu dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini penyelenggara pemilu yaitu KPU, bahkan pengawas pemilu berupa Bawaslu, aparatur negara yang dikerahkan untuk memastikan paslon yang diinginkan menang, dan bahkan presiden sendiri dianggap selalu melakukan kecurangan dibalik blusukan dengan membagikan bansos. Para pseudo-intelektual tersebut juga banyak muncul di grup wassap dengan mensirkulasikan semacam pencerahan dan tidak jarang menforward potongan video (tidak utuh) terkait pemilu curang. Bahkan tidak jarang mereka mengomentari quick count yang dianggap sebagai sok metodologis. Dianggap sebagai penggiringan opini publik. Dianggap sebagai menyesatkan karena tidak sesuai dengan fakt...

Relativisme Etika

 Etika itu prinsip bisa terkait dengan benar dan salah, tetapi juga, dan tidak jarang justru yang paling pas, terkait dengan baik dan buruk bagi individu ataupun masyarakat. Ini terkait dengan moral dan bagaimana seseorang itu membuat keputusan dan arah tujuan hidup. Kita selalu memegang teguh prinsip moral tersebut dengan menyatakan bahwa kita yang benar, dan sebaliknya orang lain salah. Ini adalah bentuk pertahanan terhadap prinsip moral yang kita miliki dan praktekan ketika prinsip tersebut ternyata berbeda dengan prinsip orang lain. Salah dalam memilih prinsip moral bisa berakibat pada konsekuensi serius seperti hilangnya reputasi, denda, bahkan tidak jarang penjara.  Norma etika itu lebih luas dari aturan tertulis. Kita bersepakat bahwa pembunuhan itu secara etika adalah perbuatan yang salah. Tetapi kita bisa jadi berbeda pendapat tentang aborsi padahal aborsi itu pembunuhan juga. Ini dikarenakan kita berbeda pandangan tentang human beings atau manusia. Masih soal pembunu...

Etika tidak etik

Menuding biasanya menggunakan satu jari telunjuk. Tiga jari lainnya, i.e., kelingking, manis dan tengah, terlipat menuju arah orang yang menuding. Dalam bahasa Jawa, ini adalah SANEPO, simbol yang memiliki makna impisit dibalik tindakan fisik. Maknanya, sekali menuduh, orang yang menuduh itu gak taunya memiliki 3 tuduhan. Dalam prakteknya, satu kali tuduhan itu untuk menutupi tiga tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Paslon dan timnya 01 dan 03 selalu menuduh 02 tidak menjunjung etika dengan tetap kekeh melanjutkan pencalonan Gibran sebagai cawapres. Dalam kampanye terbuka, tertutup bahkan debat capres-cawapres, tak henti-hentinya 01 silih berganti dengan 03 menuduh bahkan memperolok 02 sebagai paslon yang tidak etis. Dalam SANEPO Jawa bisa jadi tuduhan tidak etis kepada 02 ini untuk menutupi permasalahan yang telah dilakukan oleh 01 dan 03 yang bisa disebut sebagai paslon yang tidak etis pula.  Anis menjadi gubernur DKI atas jasa Prabowo. Ratusan miliar dan mobilisasi pemilih telah...