Skip to main content

Akhirnya Anwar menjadi PM

 Akhirnya per siang ini Kamis 24 Nov jam 12pm Anwar Ibrahim ditunjuk oleh Yang di-Petuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah sebagai PM ke 10. Penunjukan Anwar dilakukan setelah Sultan menginterview satu per-satu 30 anggota parlemen dari Barisan Nasional hasil pilihan rakyat 19 Nov. Dipastikan Anwar telah berhasil mengumpulkan 112 suara, 82 dari koaliasi yang dipimpinnya Pakatan Harapan. 

Tahun 1993 ketika menjadi Deputy Prime Minister, Anwar diprediksi bakal menjadi penerus Mahathir Muhammad. Gak taunya, semudah membalik tangan, tahun 1999 Anwar justru dijebloskan ke penjara oleh Mahathir dengan tuduhan korupsi. Tuduhan yang oleh banyak orang dianggap mengada-ada dan dengan sengaja diskenariokan untuk menyingkirkan Anwar demi melanggengkan kekuasaan Mahathir dan UMNO.

Anwar kembali masuk penjara tahun 2015 karena kasus sodomi. Kasus yang juga direkayasa ini sengaja untuk menjegal Anwar supaya tidak bisa mengikuti pilihan rakyat hingga menjadi perdana menteri seperti yang didambakannya.

Karena bertubi-tubi dihadang secara politis oleh UMNO, Anwar lalu membentuk Partai Keadilan Rakyat yang pada pilihan rakyat 2018 berkoalisi dalam bloc PAKATAN RAKYAT keluar sebagai pemenang.

Kemenangan Pakatan Harapan mengantarkan Mahathir kembali menjadi prime minster untuk kedua kalinya. Anwar yang masih dipenjara (akhirnya mendapatkan pengampunan dari Sultan pada 2019) digadang-gadang akan mengganti Mahathir. Karena sesuai perjanjian Mahathir hanya akan menjabat 2 tahun dan Anwar yang akan meneruskannya. Namun setelah Mahathir mengundurkan diri pada 2020, kursi prime minister bukan ke Anwar, tetapi ke Muhyiddin, yang dengan sengaja keluar dari koalisi Pakatan Harapan dan beraliansi dengan Barisan Nasional. Lagi-lagi, Mahathir bukannya membantu Anwar, tetapi sengaja menjauhkannya dari tampuk kekuasan tertinggi negeri jiran.

Kini, Anwar telah ditunjuk oleh Sultan dan akan dilantik pada hari ini pula jam 5pm waktu KL. Ini adalah momen penting bagi demokrasi Malaysia yang menginginkan pergantian rejim dari lama ke baru. 

Sebagai prime minister, Anwar nantinya akan mendapatkan banyak tantangan terkait janji-janji kampanye akan susah untuk ditepati dikarenakan pembentukan pemerintahannya bukan murni hasil pilihan rakyat, tetapi hasil lobby partnership ke Barisan Nasional untuk mencapai 112 suara. Padahal selama kampanye, Anwar banyak mengkritisi Barisan Nasional yang memerintah secara kleptokratif, banyak menerima gratifikasi, dan bahkan korupsi terjadi di hampir semua lini pemerintahan. Apa iya Anwar akan tetap committed pada pemberantasan korupsi yang berarti akan membawa kasus korupsi dan gratifikasi Zahid, pimpinan Barisan Nasional, dan juga Ismail, incumbent prime minister, ke pengadilan. Padahal tanpa mereka berdua, Anwar tidak akan bisa membentuk pemerintahan. 

Tentu saja target pertama Anwar adalah untuk menstabilkan pemerintahannya yang rapuh ini. Sekali lagi, disebut rapuh karena pemerintahannya bukan dibentuk karena dia memenangkan minimal 112 suara, tetapi karena hasil negosiasi. Ibarat orang berdagang, terjadilah tawar menawar. Penjual ingin harga tinggi, sedangkan pembeli ingin harga rendah. Ketemulah deal harga yang disepakati, yaitu tidak terlalu murah bagi penjual pun tidak terlalu tinggi bagi pembeli. Pemerintahan hasil politik dagang seperti ini perlu stabilitas dengan konsekuensi mengorbankan janji-janji kampanye dalam hal pemberantasan korupsi. Idealisme dalam sekejap luntur karena tuntutan pragmatisme.

At least, pemerintahan Anwar adalah pemerintahan progresif multi etnik dan ras. Bukan pemerintahan konservatif ultra etnik Melayu pro-Islamis yang menginginkan penegakan sharia Islam, seperti yang diinginkan pemimpin Perikatan Nasional, Muhyiddin. Again, congrat Anwar on your appointment and inauguration as a 10th prime minster of Malaysia. 

Popular posts from this blog

Apa yang salah dari Anies?

 Selang sehari setelah HUT Golkar ke-58 pada 21 Oktober 2022, momen dimana Surya Paloh tidak nyaman ketika Jokowi menyebut jangan sembrono mengajukan capres, Paloh mengumpulkan sejumlah guru besar di Nasdem Tower. Paloh merasa tidak ada yang salah dari pencpresan Anies. Apalagi Anies adalah berada di dalam pemerintahan, pernah menjadi gubernur yang artinya paham dengan birokrasi pemerintahan. Masih menurut Paloh, Anies juga bukan antek luar negeri. Dulu Paloh mencalonkan Ahok dan sekarang mencalonkan Anies. Itu semua dilakukan dalam rangka mempersatukan anak bangsa dari berbagai latar belakang etnis dan agama. Hingga Paloh menyebut hanya orang yang tidak suka saja yang mengatakan pencpresan Anies salah.  Anies itu rasis! Dia dengan sengaja menggunakan issu agama untuk memenangkan Pilkada DKI 2017. Issu agama yang menyerang Ahok sebagai orang Kristen ini memang bukan dia yang menciptkannya. Tetapi dia merestuinya karena mendapatkan keuntungan. Mestinya kala itu Anies paling tid...

Kritis

Kritis itu kira2 model berfikir yang berdasarkan nalar (logical) dan realita (empirical) untuk menghasilkan pemikiran yang mandiri (independent), mencerahkan (enlightening) dan membebaskan (liberating). Disebut nalar (logical) karena masuk akal. Hal2 yang dipikirkan itu ada hubungan sebab akibat yang runut/tertib (systematic). Disebut realita (empirical) karena hal2 yang masuk akal itu nyata terbukti terjadi. Jadi tidak mengada-ada. Semua bisa dibuktikan. Jadi ada data valid dari lapangan. Disebut mandiri (independent) karena tidak terpengaruh oleh pikiran lain. Maksudnya, kekuatan nalar logika yang berdasar pada realita di lapangan itu kalau digunakan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan pemikiran yang mandiri. Disebut mencerahkan (enlightening) karena hasil pemikirannya memberikan penerangan kepada sekelilingnya. Hasil pemikiriannya tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang2 yang ada disekelilingnya. Disebut membebaskan (liberating) karena hasil pemikirannya bisa membe...